Namaku adalah rara ananda puspita, aku biasa dipanggil rara.
Saat itu,Pagi yang cerah mengawali hariku, aku yang tengah duduk dikels telah
menunggu teman sebangku ku serly,, dia sudah kuanggap sebagai saudaraku, karena
dia sangat baik dan sayang padaku. Pagi itu aku menceritakan mengenai sosok
seorang pria yang ada dikels sebelah kelasku. Sosok itu sangat aku dambakan,
apapun yang terjadi aku tetap memujinya walau orang berkata apa. Tak tahu
mengapa, aku tak bisa mengingkari kata hatiku, kadang aku ingin
menjelek-jelekknya namun, apalah daya hatiku tak mengizinkan. “sher, tau nggak
sih, gue suka banget sama dia”kataku.jawab sherly”ya ampun ra, masa sih loe itu
suka sam dia, dia kan nakal, playboy dan gak sopan”. “Tapi dia kriteria gue,
namun ada satu sih yang gak kecapai, itulah otaknya” kataku.”terserah loe deh
ra, gue nggak mau pusing, yang penting gue udah ngomong ke loe nya”
Tak lama setelah kejadian itu, aku lewat didepan kelas si
dia, tiba-tiba dari belakang ada yang menarik rambutku “aduhh,pa-apn
sih”keluhku. Akupun berbalik dan melihat sosok si dia, ternyata dia yang sedang
menegrjaiku,,aku merasa malu dan salah tingkah, takut mati gaya jadi akupun
langsung bergegas pergi dari hadapannya.”hey, ra..maaf yah”teriaknya, aku hanya
berbalik dan tersenyum sejenak. Sesampai dirumah aku tak henti-hentinya
tersenyum.”ternyata dia care juga sam gue”dalam hatiku pun berkata demikian.
Di dalam kelas, Aku sedang menunggu sherly, dan tak sabar
ingin menceritakan semua yang terjadi kemarin.. sherly pun datang ..”ra, gue
punya berita penting buat loe” kat sherly “apa?? Tpi, gue juga punya cerit buat
loe”jawabku. Sherly berkata”mau aku yang lebih dulu cerita atau kamu”.jwabku
“bagaimana kalu kita suit aja”..kita berdua pun suit, dan aku kalah lalu sherly
pun menyamapaikan berita tsb “ra, tau nggak sih, cowok yang loe sngat dambakan
itu, ternyata pacr temn gue yang ada di kels belakang”..”apa??(terkejut)”kataku.”iyah
ra, dia itu baru jadian sekitar seminggu yang lalu deh”..”ouh gitu yah
(kecewa)”..”sekarang giliran lo yang cerita”kata sherly.”sebenarnya, gue gak
punya cerita, gue Cuma iseng”ucapku.
Sejak saat itu, aku tak lagi menceritakan mengenai dia kepda
sherly, akku tak lagi tersenyum dihadapannya, aku tak lagi menghiraukannya..disaat
dia memanggilku, akku hanya diam, dan tak ingin memandangnya, aku jalan terus
menerus tanpa menghiraukannya, dia kadang berkata”ra, kok loe angkuh banget sih
sama gue”...seperti biasanya aku tak menjawab, cuek dan gak peduli..
Lulus dari smp, akupun melanjutkan sekolahku di salah satu
sekolah menengah atas. Aku pun berprinsip, hal yang lalu akn akku lupakan, tak
akn aku jadikan kenangn, karena jika aku menjadikannya kenangan , maka akau
akan terluka. Aku ingin bahagia dimasa sekarang dan yang akan datang. Sherly
teman sebangkuku yang dulu kini melanjutkan sekolahnya di luar kota, aku sangat
sedih tlah kehilangan dirinya.
Pagi itu, aku sedang duduk dibangku, tanp melakukan hal
apapun, ku hanya memperhtikn temnteman yang sedang beraktivitas. Namun tak
kusangka, ternyata ada juga teman yang sama sepertiku, teman yang bisa dibilang
galau. Aku pun menghampirinya dan berkata “hey, kok loe ngelamun” .”gue lgi
ngelamunan loe lagi”katanya.”ya ampun”kataku, tiba-tiba “cieeeeeeeee”sorakan
teman-teman. Ku tak menghiraukan dan kembali ke tempat dudukku.
Di rumah, saat aku baru saja ingin keluar makan malam,
tiba-tiba hp ku pun berdering,, ternyata ada sms dari martin, teman yang lagi
ngelamun tadi.. yang gue gak sangka dia tuh nembak gue. Aku pun menganggap itu
tidak serius dan menolaknya, bukanny ku gk peduli, tpi itu sangat mendadak.
Di sekolah, aku merasa malu bertemu dengan martin, tak tahu
mengapa, disaat aku melihat wajahnya jantungku langsung berdebar kencang.
Martin selalu saja terbesit dalam pikiranku, dan tersenyum jika
melihatnya,namun aku tersenyum disat dia tk melihatku.
Aku beranggapan, ibarat ada pelangi setelah hujan, ada
senyum stelah tangis, ada bahgia setelah pedih. Baiklah akan kulupakan semua
masa lalu, dan akan membuka lembran baru.
Pesanku ::::
“biarlah, tkdir berjalan sebagaimana mestinya. Janganlah
pernah mengingkari takdir, karena dibalik takdir tersebut, tersimpan keindahan
yang begitu takjub”